Kegiatan APMI

Rabu, 29 Maret 2017


Selasa, 07 Maret 2017


apmi.co.id-Sabtu, 4 Maret 2017, Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) bersama BEM Fakultas Teknologi Kelautan Universitas Darma Persada (FTK UNSADA) didukung oleh Kemenko Bidang Kemaritiman RI menyelenggarakan kegiatan Maritime Learning Class perdana program Maritime Learning Center (MLC) 2017 yang bertemakan "Urgensi Pendidikan dan IPTEK Kemaritiman untuk Mengembalikan Jati Diri Indonesia sebagai Negara Maritim" di Ruang Seminar FTK UNSADA.

Kaisar Akhir selaku Ketua Panitia MLC 2017 mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk membangun intelektual muda maritim guna mendukung Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Program MLC 2017 sebuah upaya membangun budaya maritim di kalangan anak muda agar lebih memahami dunia kemaritiman sehingga dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan maritim di negara kepulauan terbesar ini, sambung Kaisar yang juga Wasekjen APMI.

Ketua Umum APMI, Renaldi Bahri Tambunan mengungkapkan bahwa MLC adalah program unggulan APMI yang diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa dan pemuda untuk lebih mengenal dan mencintai kemaritiman secara holistik. Ia juga menyatakan bahwa  MLC akan diselenggarakan dalam bentuk kelas-kelas yang memiliki tema khusus berbagai keilmuan maritim tiap bulannya sepanjang tahun ini.

Pada kelas perdana MLC ini, hadir Rektor UNSADA, Dr. Dadang Solihin membuka acara dan Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK, dan Budaya Maritim Kemenko Maritim, Dr. Safri Burhanuddin yang secara resmi meluncurkan (launching) Program MLC 2017.

Safri mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus untuk membangun budaya, semangat, dan pemahaman kemaritiman generasi muda bangsa guna mengembalikan jati diri Indonesia sebagai Negara Maritim. Beliau dalam closing statementnya saat menjadi Narasumber utama, mengajak peserta MLC kelas Maret ini untuk membuka wawasan secara global tapi juga bertindak pada lingkup lokal dalam berkiprah di bidang maritim dan dunia profesional atau pascakampus sehingga bangsa Indonesia lebih berdaya saing dan memimpin di dunia internasional khususnya dalam bidang kemaritiman.

Dalam MLC perdana ini, hadir juga 3 orang narasumber lainnya, yaitu Dekan FTK UNSADA, Yoseph Arya Dewanto, S.T., M.T., Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan dan Peneliti Senior SBRC IPB, Dr. Mujizat Kawaroe, dan Letkol Laut (KH) Dr. Gentio Harsono selaku Paban Bidang Teknologi Staf Ahli Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL.

Sabtu, 04 Maret 2017




Selasa, 28 Februari 2017,  Asosisasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) bersama Tim Jelajah Edukasi Kepulauan Seribu (JejakSeribu) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI mengunjungi 3 sekolah dasar dan 1 madrasah ibtidaiyah di Pulau Tidung. Selama sehari rombongan mendatangi SDN Pulau Tidung 01, SDN Pulau Tidung 02, SDN Pulau Tidung 03, dan MIN 17 Pulau Tidung untuk memberikan sosialisasi gerakan budaya bersih dan senyum (GBBS) dalam rangka menyukseskan Gerakan Indonesia Bersih dan berbagi bahagia berupa bingkisan ke para siswa.

Kaisar Akhir,  ketua panitia menjelaskan bahwa kunjungan mereka ke Pulau Tidung dalam rangka kegiatan "Cinta Pemuda Maritim untuk 1000 Anak Pesisir". Kegiatan ini sekaligus untuk mensyukuri 4 Tahun APMI membangun maritim negeri, juga 1 Tahun JejakSeribu mengedukasi dan memupuk cinta bahari di Kepulauan Seribu, tambahnya. 

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kemenko Maritim RI, dimana selain sosialisasi juga memberikan bantuan seperti Peta NKRI, buku bacaan juga susu kotak kepada sekolah, khususnya siswa. Pihak kelurahan Pulau Tidung berserta seluruh kepala sekolah sangat menyambut baik kegiatan positif ini. Hal tersebut membuktikan bahwa Kepulauan Seribu mendapat perhatian serius oleh pemerintah pusat. 

Kegiatan Cinta Pemuda Maritim ini sudah dilaksanakan di beberapa sekolah dasar di daerah Jakarta Utara beberapa hari sebelum berkunjung ke Pulau Tidung. Total anak pesisir yang kami kunjungi mencapai 1000 anak. Harapannya mereka lebih cinta terhadap lingkungan maritim dengan menjaga kebersihan juga kesehatannya, Ungkap Pak Edi Susilo, perwakilan Kemenko Bidang Kemaritiman RI.