Platform APMI

Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia

Sejarah

Besarnya potensi maritim indonesia merupakkan sebuah latar belakang yang cukup kuat bahwa indonesia merupakkan Negara maritim. Indonesia merupakkan Negara dengan garis pantai terpanjang nomer 4 didunia. Indonesia memiliki luas lautan 2/3 dari luas daratan. Kondisi indonesia yang merupakkan Negara kepulauan menjadi salah satu faktor pendukung bahwa indonesia merupakkan Negara maritim. Namun, sayangnya sampai saat ini indonesia belum mampu menjadikan maritim sebagai sebuah kekuatan perekonomian di Indonesia. Banyak faktor yang menyebabkan terhentinya hegemoni kekuatan maritim indonesia, mulai dari politik sampai pendikotomian pembangunan maritim hampir 4 dekade mengacu kepada pembangunan sektor daratan.

Secara struktural pemerintahan pembangunan basis maritim pasca presiden soekarno baru dimulai semenjak pemerintahan Gusdur dengan adanya Mentri Eksplorasi Kelautan. Inilah yang membuat karakteristik bangsa maritim hilang dari indonesia. Lagu “nenek moyangku seorang pelaut” hanya menjadi sebuah sejarah. Potensi besar maritim indonesia hanya menjadi paparan data penelitian tanpa pernah benar-benar mampu dirasakan manfaatkan oleh masyarakat indonesia. Seolah menjadi sebuah fatamorgana yang selalu hadir sebagai sebuah penyejuk dan harapan masyarakat namun, ternyata hilang tanpa ada aksi nyata bagi pengembangan maritim indonesia.

Kekuatan pemuda pada tahun 28 oktober 1928 menjadi salah satu bukti bahwa bangsa ini pernah mengalami sebuah fase ketika pemuda merupakkan pemersatu indonesia. Sumpah pemuda bukan hanya sebuah peringatan tahunan namun, menjadi sebuah semangat bagi pemuda saat ini bahwa pemuda merupakkan kekuatan bangsa yang selalu ada di setiap zamannya. Pergerakkan pemuda kemudian dilanjutkan dengan turunnya era diktator 1998 yang menjadi sebuah awal dibukanya pintu gerbang demokrasi. Dari sinilah kita mampu melihat bahwa setiap zaman pemuda mampu memberikan perubahan yang signifikan untuk negeri ini.

Keresahan yang timbul dari berbagai faktor diatas membuat kami para pemuda indonesia yang mempunyai latar belakang pendidikan kemaritiman berfikir secara strategis. Terbukanya gerbang demokrasi pasca 1998 merupakkan awal millennium baru kekuatan pemuda indonesia. Namun, sayangnya substansi pembangunan indonesia bukan hanya melalui sebuah gerakkan global namun pemuda harus mampu mempersatukan kekuatan untuk membangun indonesia dari sektor keahlian yang dimilkinya. Melihat hal tersebut kami mencoba mentransformasikan kekuatan pemuda dengan intelektual yang mempunyai basis ideologi menjadi sebuah kekuatan maritim untuk kebangkitan indonesia.

Karakteristik APMI
  1. Membangun basis masa ideologis
  2. Membangun basis intelektual
  3. Membangun basis komunikasi
  4. Membangun basis kemandirian
Sasaran anggota APMI
Merupakkan pelajar/mahasiswa/ pemuda indonesia yang sesuai dengan 1 ayat 1 dari UU Nomor 40 Tahun 2009, yang berbunyi “Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun”.

Kegiatan
1. Penelitian dan Pengembangan
2. Pengabdian Masyarakat
3. Diskusi, Seminar dan Pelatihan   
4. Kewirausahaan