Rabu, 04 April 2018

Dari Kalimantan Tengah, APMI Siap Mengembalikan Kejayaan Maritim Indonesia


Tanggal 10 Februari 2018 merupakan hari bersejarah pembangunan kemaritiman di Kalimantan Tengah. Pasalnya, pada tanggal tersebut Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia Komisariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (APMI Kalteng) terbentuk sebagai organisasi pemuda yang diharapkan mampu menjadi penggerak kemaritiman di provinsi ini, yang kemudian resmi berdiri melalui SK Pimpinan Pusat APMI Nomor 007/SK-1B/012/APMI/II/2018. Terpilih sebagai Ketua yaitu saudara Anas Wahid Maulana, Albertus Telaumbanua sebagai Sekretaris, Inda Murni Zamasi sebagai Bendahara, dan Evander Nicharson Gultom sebagai Ketua Bidang Kajian dan Data Maritim dalam rapat pembentukan. Mereka ini merupakan alumni Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) yang diselenggarakan oleh Kemenko Bidang Kemaritiman.

APMI Kalteng siap bersinergi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan swasta untuk bersama membangun kemaritiman di Kalimantan Tengah hingga daerah pelosok, utamanya wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. APMI Kalteng juga akan melaksanakan APMI Goes to School, supaya anak-anak SD, SMP, dan SMA sederajat baik yang di pesisir maupun non pesisir mengerti potensi laut yang ada di provinsi mereka dan mengenal profesi kemaritiman sejak dini. Dampak pemanfaatan sumber daya laut di Kalimantan Tengah selama ini memang tidak terlalu nampak karena sumber daya manusia yang mengembangkannya dirasakan masih kurang. Akan tetapi jika potensi sumber daya laut tersebut dimanfaatkan scara maksimal maka menghasilkan pendapatan bernilai ekonomis tinggi bagi masyarakat dan daerah. Oleh karenanya, APMI Kalteng hadir untuk menjadi bagian dalam pemberdayaan masyarakat pesisir, utamanya para pemuda untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya laut yang dimiliki secara optimal.

Kalimantan Tengah memiliki potensi laut seluas 94.500 kilometer persegi yang terdapat berbagai jenis komoditas penting seperti ikan pelagis, udang, dan rajungan, serta panjang garis pantai sekitar 750 kilometer yang sungguh disayangkan apabila tidak dikelola dan dimanfaatkan secara baik. Pantai panjang yang dijuluki Pantai Laut ini terletak di selatan Kalimantan Tengah dengan merangkai tujuh kabupaten, yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau. Selain itu, perairan umum dengan luas kurang lebih 22.900 kilometer persegi juga mengandung potensi sumberdaya ikan cukup besar yang memerlukan pengelolaan dan pemanfaatan secara baik.

APMI Kalteng akan terlibat dalam pengembangan usaha pengolahan perikanan skala kecil yang dilakukan oleh Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar). Hal ini untuk meningkatkan produksi olahan hasil perikanan yang pada 2013 masih di angka 6.149,9 ton. Padahal Tingkat Konsumsi Ikan di Kalimantan Tengah sudah tergolong tinggi yaitu 46.03 kg/kapita/tahun, lebih besar daripada Tingkat Konsumsi Ikan Nasional sebesar 35,62 kg/kapita/tahun. Jumlah unit pengolahan di Kalimantan Tengah pun sebanyak 2.837 UPI dan unit pemasaran sebanyak 7.994 UPI (Data Pemprov Kalteng 2015).

Untuk mengembalikan kejayaan maritim Indonesia memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Akan tetapi, para pemuda yang tergabung di APMI Kalteng meyakini dengan peran sertanya dan kolaborasi bersama pemerintah, masyarakat, serta swasta, hal tersebut akan terasa lebih mudah. Dari Kalimantan Tengah, APMI siap mengembalikan kejayaan maritim Indonesia.

Semangat Pemuda, Semangat Maritim Indonesia! Di Laut Justru Kita Jaya!


Sumber: Anas dan Albertus (Ketua dan Sekretaris APMI Kalteng)