Selasa, 12 April 2016

Peran Pemuda dan Kesejahteraan masyarakat pesisir menjadi fokus APMI dalam acara Simposium PPI Asia – Oseania 2016 di Hong Kong


Dalam sesi presentasi panelis kedua  dalam acara Simposium PPI Asia – Oseania 2016 di Hong Kong (8 -10 April 2016), APMI hadir membawakan materi mengenai permasalahan maritim pesisir dan peran pemuda dalam poros maritim dunia.   

Perwakilan APMI dalam sesi  panelis tersebut adalah Asep Akmal Aonullah (Koordinator Bidang Organisasi dan SDM APMI). Salah satu materi yang dibawa oleh APMI adalah dalam memperbaiki dan mewujudkan Indonesia  sebagai poros maritim dunia, seharusnya perbaikan itu dimulai dari tingkat terbawah yaitu masyarakat pesisir. “ Kondisi nyatanya adalah, di Hong Kong banyak sekali tenaga kerja Indonesia yang berasal dari daerah pesisir, hal ini terjadi karena mereka tidak bisa dan mampu mengembangkan potensi daerahnya (pesisir) sendiri”, menurut Asep.

Menurut Asep , “Sekarang ini ada berbagai permasalahan yang harus dibenahi dalam mensejahterakan masyarakat pesisir, dalam hal ini butuh penyangga kegiatan untuk menghubungkan antara pemerintah dan masyarakat. APMI siap mengisi peran ini untuk mensejahterakan masyarakat pesisir.  Selanjutnya, APMI juga mengajak pemuda dan pelajar yang berada di luar negeri untuk kembali dan gotong royong untuk memajukan maritim Indonesia dimulai dari masyarakat pesisir.

Dalam presentasi tersebut juga dijelaskan mengenai program kerja sama APMI dengan berbagi instansi Kementerian yaitu program “Pemuda Maritim” dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan program “Salaman (Desa Nelayan Mandiri) dengan Kementerian Desa. Serta dalam sesi tersebut APMI juga membantu mempublikasikan rangkaian acara Hari Nelayan Nasional 2016 yakni lomba essay dan infografis kepada peserta seminar yang sebagian besar adalah pelajar Indonesia di kawasan Tiongkok dan Sekitarnya.