Sabtu, 12 Maret 2016

Nasib Lingkungan Hidup di Tangan Kita!


Lingkungan  Pesisir Mulai Tercemari

Eksploitasi sumber daya alam di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Hal itu menjadi perhatian serius Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI). Dikatakan, dewasa ini sumber daya alam dan lingkungan telah menjadi barang langka, akibat eksploitasi berlebihan dan kurang memperhatikan aspek keberlanjutan.

“Kendati secara ekonomi dapat meningkatkan nilai jual, namun di sisi lain dapat menimbulkan ancaman kerugian ekologi yang jauh lebih besar. Seperti hilangnya lahan, langkanya air bersih, banjir, longsor, dan sebagainya,” ungkap Ketua Kajian Pengelolaan Sumberdaya Maritim APMI, Sigit Winarno, Rabu (22/4).

Di antara akibatnya, pemanfaatan sumber daya alam kini mulai bergeser dari SDA darat ke pemanfaatan SDA pesisir dan laut. “Hal ini didasarkan pada alasan masih besarnya potensi yang belum dieksploitasi dan telah terjadi degradasi lahan, hutan, dan air serta kerusakan lingkungan yang mengancam kelestariannya akibat eksploitasi selama ini.”

Secara garis besar, menurut dia gejala kerusakan lingkungan yang mengancam kelestarian sumber daya pesisir dan lautan di Indonesia adalah; pencemaran, degradasi fisik habitat, over eksploitasi sumber daya alam, abrasi pantai, konservasi kawasan lindung menjadi peruntukan pembangunan lainnya dan bencana alam.

“Permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan wilayah pesisir dan laut, khususnya di Indonesia, adalah pemanfaatan ganda, pemanfaatan tak seimbang, pengaruh kegiatan manusia, dan pencemaran wilayah pesisi,” tuturnya.

Karena itu, ada beberapa konsep yang perlu diperhatikan pemerintah. Salah satunya, konsep pemanfaatan ganda perlu memperhatikan keterpaduan dan keserasian berbagai macam kegiatan. Sementara itu, batas kegiatan perlu ditentukan. Dengan demikian, pertentangan antarkegiatan dalam jangka panjang, menurut Sigit, dapat dihindari atau diperkecil.

Dalam konsep pemanfaatan ganda, di antaranya adalah penggunaan wilayah untuk pertanian, kehutanan, perikanan, alur pelayaran, rekreasi, pemukiman, lokasi industri dan tempat pembuangan sampah dan air limbah.

Selain itu, masalah penting dalam pemanfaatan dan pengembangan wilayah pesisir di Indonesia adalah ketidakseimbangan pemanfaatan sumberdaya tersebut. Hal itu, menurut Sigit, merupakan akibat dari ketimpangan pola penyebaran penduduk, yang semula disebabkan oleh perbedaan keunggulan komparatif (comparative advantages) keadaan sumberdaya wilayah pesisir Indonesia.

Pengembangan wilayah dalam rangka pembangunan nasional, menurut dia juga harus memperhatikan kondisi ekologis setempat dan faktor-faktor pembatas. “Dengan melakukan perencanaan yang baik dan cermat, serta dengan kebijaksanaan yang serasi, perubahan tata ruang tentunya akan menjurus kearah yang lebih baik.”


Sumber: jurnalmaritim.com