Rabu, 27 Januari 2016

Pengurus APMI Ikuti Ajang Internasional Pemuda Maritim di Sulawesi Barat

Pengurus APMI Ikuti Ajang Internasional Pemuda Maritim di Sulawesi Barat
 APMI - Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam program Internasional yang dilaksanakan di Majene, Sulawesi Barat, Desember tahun ini. Rafid Arifuddin Shidqi merupakan, salah satu pengurus APMI yang mewakili Indonesia dalam ajang The 2015 International Maritime Youth Program (IMYP) yang diselenggarakan oleh Universitas Sulawesi Barat di Majene pada tanggal 30 November – 8 Desember 2015. Acara ini bertujuan untuk menanamkan jiwa maritim bagi pemuda di seluruh dunia. Acara ini diikuti oleh 8 Negara di kawasan Asia, meliputi Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Jepang, China, dan India.

Para peserta diberikan kesempatan merasakan atmosfer kemaritiman yang berada di wilayah Majene, Sulawesi Barat yang merupakan kawasan pesisir.
Disampaikan oleh Rafid "rangkaian acara ini meliputi workshop, seminar dan juga penelitian. Pada hari pertama dan kedua, 30 November – 1 Desember 2015, peserta diberikan workshop mengenai pembuatan Sandeq, yaitu kapal tradisional yang merupakan kapal asli masyarakat Mandar (suku asli Sulawesi Barat) yang biasa digunakan nelayan untuk mencari ikan di laut"
Rafid melanjutkan "setelah itu, peserta berkunjung ke salah satu rumah milik keturunan kerajaan Mandar dan belajar mengenai sejarah Sulawesi Barat yang merupakan salah satu provinsi dengan beberapa kerajaan besar di Sulawesi bersama dengan ahli sejarah Mandar dan Dosen di Universitas Sulawesi Barat."

"Hari ketiga dan keempat 2 – 3 Desember 2015, peserta mendapatkan seminar dari beberapa pembicara yang berasal dari Universiti Utara Malaysia, Universiti Sains Malaysia, juga Universitas Hasanuddin mengenai beberapa topik besar seperti Law Perspective in Maritime, ASEAN and Cross-Maritime Crime Transition Towards Joint Action dan Marine Ecosystem and Global Warming Effect." pungkasnya

Rafid menjelaskan "peserta juga berkunjung ke salah satu Pantai di kawasan Polewali Mandar dan menyaksikan perlombaan Sandeq (Sandeq Race) kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang biasa dilaksanakan oleh Provinsi Sulawesi Barat. Sebanyak 8 peserta mendapatkan kesempatan untuk berlayar dengan Sandeq dan mengikuti perlombaan secara langsung"

Ia menyampaikan "peserta juga diberikan kesempatan untuk mengunjungi kawasan pesisir dan menginap di keluarga nelayan selama tiga hari di hari kelima hingga ketujuh, 4 – 6 Desember 2015 di tiga desa yang berbeda yaitu Desa Tammangalle Balanipa, Desa Labuang, dan Desa Bonde Utara".

"Masing-masing peserta diwajibkan untuk melakukan riset mengenai kondisi sosio ekonomi masyarakat nelayan di masing-masing desa yang ditempati. Selama 3 hari tersebut, peserta juga melakukan penanaman mangrove (Mangrove replant) dan pembersihan pantai (Coastal Cleaning Up) di sekitar kawasan pesisir", pungkas Rafid

Pada Hari terakhir pada tanggal 7 dan 8 Desember 2015 peserta melakukan presentasi tentang penelitian yang dilakukan di tiga desa tersebut dalam sebuah forum.

"Alhamdulillah dalam acara tersebut saya bisa mendapatkan penghargaan menjadi salah satu dari 3 presenter terbaik dalam kegiatan presentasi tersebut. Tanggal 8 Desember merupakan malam terakhir sekaligus malam penutupan IMYP yang ditutup oleh rektor Universitas Sulawesi Barat dan Walikota Sulawesi Barat" tutupnya